Struktur Tier G-Loop
Definisi Formal Setiap Lapisan Dokumentasi
Pendahuluan
Artikel ini menetapkan definisi formal Tier 1–Tier 4 dalam G-Loop Method.
Dokumen ini bukan interpretasi, bukan tips implementasi, dan bukan strategi SEO.
Fungsinya adalah mengunci struktur, agar setiap penyebutan “tier” dalam G-Loop selalu merujuk pada makna yang sama—baik oleh manusia maupun mesin.
Prinsip Dasar Tier dalam G-Loop
Tier dalam G-Loop bukan tingkat kepentingan, melainkan tingkat kedekatan dengan realitas.
Semakin rendah tier:
-
semakin dekat ke data mentah
-
semakin minim narasi
-
semakin tinggi nilai validasi mesin
Semakin tinggi tier:
-
semakin komunikatif
-
semakin representatif
-
semakin mudah dipahami manusia
Tier 4 — Catatan Senyap (Silent Records)
Definisi Formal
Tier 4 adalah lapisan dokumentasi paling dasar yang berisi log, arsip, dan data mentah yang tidak ditujukan untuk konsumsi manusia.
Karakteristik
-
Statis atau sangat minim perubahan
-
Tidak persuasif
-
Tidak kontekstual
-
Sering terasa “tidak berguna” bagi pembaca
Isi yang Sah
-
Log aktivitas
-
Catatan proses
-
Metadata
-
Arsip kronologis
-
Dokumentasi teknis
Fungsi Ontologis
π Memori dasar mesin
Tier 4 adalah tempat mesin “percaya tanpa bertanya”.
Tier 3 — Dokumentasi Praktik
Definisi Formal
Tier 3 adalah dokumentasi yang menunjukkan aktivitas nyata sedang atau telah terjadi, tanpa interpretasi strategis.
Karakteristik
-
Deskriptif
-
Berbasis proses
-
Minim opini
-
Mengandung urutan kerja
Isi yang Sah
-
Dokumentasi pengerjaan
-
Catatan kasus ringan
-
Log praktik profesional
-
Dokumentasi lapangan
Fungsi Ontologis
π Bukti operasional
Tier 3 menjawab pertanyaan mesin: “Apakah entitas ini benar-benar bekerja?”
Tier 2 — Konteks & Penjelasan
Definisi Formal
Tier 2 adalah lapisan yang menghubungkan dokumentasi dengan pemahaman, tanpa menambah klaim baru.
Karakteristik
-
Reflektif
-
Kontekstual
-
Menjelaskan, bukan meyakinkan
-
Mengacu ke Tier 3 dan Tier 4
Isi yang Sah
-
Penjelasan proses
-
Refleksi praktik
-
Artikel penghubung
-
Elaborasi sistem
Fungsi Ontologis
π Stabilisasi makna
Tier 2 mencegah salah tafsir, baik oleh manusia maupun mesin.
Tier 1 — Representasi Publik
Definisi Formal
Tier 1 adalah wajah entitas yang dibaca manusia dan mesin sebagai pintu masuk utama.
Karakteristik
-
Naratif
-
Terstruktur
-
Konsisten
-
Tidak overclaim
Isi yang Sah
-
Artikel utama
-
Halaman konsep
-
Penjelasan metode
-
Representasi profesional
Fungsi Ontologis
π Identitas terbaca
Tier 1 bukan sumber kebenaran, melainkan ringkasan dari tier di bawahnya.
Relasi Antar Tier (Poin Kunci)
-
Tier 1 tidak berdiri sendiri
-
Tier 2 tidak boleh bertentangan dengan log
-
Tier 3 harus bisa ditelusuri ke aktivitas nyata
-
Tier 4 tidak perlu dipahami, cukup ada
Jika satu tier hilang:
-
sistem melemah
Jika satu tier palsu: -
sistem runtuh
Penutup
Struktur Tier G-Loop bukan alat optimasi, tetapi arsitektur kepercayaan.
Mesin tidak membaca:
“Ini Tier 4 atau Tier 1”
Mesin membaca:
apakah lapisan ini konsisten dengan fungsi ontologisnya
Dan di situlah G-Loop bekerja.
